![]() |
| Gambar. Puncak Carstensz |
"Sebuah wilayah besar yang terbelakang dan terdiri atas gunung-gunung, rawa-rawa, yang terbentang luas. Para penduduknya adalah orang-orang berambut keriting, berkulit hitam, peralatan mereka adalah Kapak Batu, kulit Kerang, dan tongkat-tongkat kayu. Senjata mereka adalah Panah dan Busur. Mereka hidup dalam Kondisi Zaman Batu yang Primitif".
Dalam otobiografinya, Presiden Soekarno menggambarkan Papua sebagai
Pelacakan pertama terhadap kekayaan alam yang terkandung di Pulau Papua sudah dilakukan oleh orang Eropa pada abad ke-18 sampai pertengahan adab ke-19, orang Spanyol dan Belanda beru malakukan pecakan garis-garis pantai secara global, itupun dilakukan dari tengah-tengah Laut, kadang mereka Ke darat.
![]() |
| Gambar. Indigo Ortiz Retes |
Orang Belanda memberikan stigma orang Papua sebagai Barbar (Tidak beradab) melalui penamaan yang diberikan oleh Belanda terhadap orang Papua yang terdengar seram. Penduduk Papua sendiri menyebut diri mereka dengan nama suku atau wilayah. Seorang Penemu yang berasal dari Spanyol Inigo Ortiz Retes, yang mengunjungi pulau Papua pada tahun 1545, menamakan pulau itu dengan nama Nova-Guinea (Guinea Baru) karena, tanah dan penduduknya mengingatkan dia akan apa yang sudah dilihatnya di Guinea Afrika barat.
Sesudah perang dunia Ke-II selesai mulai dipakai nama Biak untuk pulau yang sekarang dikenal dengan nama Papua, yang artinya "Kepala keriting". Dan Orang Belanda menamakan Keerom ( Berbalik), Wilddemansriver (sungai orang liar), dan Moordenaarsbaai (Teluk Pembunuh). Dengan tujuan untuk menganggap rendah orang Papua untuk dijadikan budak untuk melayani kepentingan ekonomi mereka.
Pada tanggal 12 Februari 1623, seorang pelaut dari negeri Belanda Jan Carstensz berlayar ke laut Arafura. Misinya adalah mencari budak di pulau-pulau yang dianggap belum terjamah oleh Eropa untuk diperjual belikan.
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global. Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia. Nama-nama/ejaan lain: Ngga Pulu (“Ngga” berarti gunung), Gunung Carstensz, Piramida Carstensz, Puncak Carstensz, Puncak Jayakesuma, Puncak Piramida, Carstensz, Ndugundugu. Pada tahun 1963, Puncak ini diganti nama menjadi Puncak Soekarno, kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Tetapi nama Pyramida Carstensz sendiri masih digunakan di kalangan para pendaki Gunung.
![]() |
| Gambar. Jan Carstensz |
Carstensz mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan dalam sebuah buku catatan miliknya. Agar generasi berikutnya dapat memanfaatkannya sesuai dengan kepentingan mereka. Mengenai ini tersebar dari mulut ke mulut di antara orang-orang Eropa yang belum pernah menyaksikannya secara langsung.
Barisan pegunungan itu di kemudian hari dinamakan dengan Pegunungan Carstensz oleh orang Eropa. Tetapi oleh penduduk setempat yang pegunungan yang atapnya diselimuti oleh Salju tersebut beri nama puncak itu ialah: NGGA PULU. (Gide Adii)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar